Depresi…

depresi..ya..inilah yang saat ini masih aku rasakan.lebih tepatnya depresi kronis.depresi yang membuatku lebih banyak mengurung diri di kamar.yang membuatku sangat kecewa dg apa yg terjadi padaku.yang menusuk hatiku dari depan dan belakang.depresi yang sempat membuatku berfikir untuk mengakhiri hidup ini..ya..aku sempat berfikir untuk pergi dari dunia ini.meninggalkan semua impianku dalam keputusasaan. meninggalkan semua kenangan indahku bersamanya. meninggalkan sahabat-sahabatku. namun ku teringat kedua orang tuaku.yang sempat kecewa terhadapku,karena aku melepas calon menantunya.aku masih punya hutang yang harus ku lunasi kepada mantanku, kepada adik mantanku, aku masih punya hutang kepada kedua orangtuaku.dan semua harus aku lunasi sebelum aku pergi untuk selamanya. harus tetap hidup walaupin terluka. 2 bulan yg sangat menyiksaku, membuatku gila akan kehilangan dirinya.berbicara sendiri, mengingat kanangan indah bersamanya,lalu tergores dg kenangan pahitku dgnya. knapa kau harus hadir di saat ku terlelap. selalu ada kau dalam khayal imajiku. disaat itupun aku selalu terbangun untuk tidak melihat apa yang kulihat dalam mimpi itu. sampai saat ini pun,bayangan dirimu masih sering muncul, muncul tuk hadir dalam lelapku.

aku adalah pria. Pria yang punya tujuan hidup, yang selalu ingin menjalin hubungan ke arah yg lebih serius. dan itu sudah aku pikirkan matang2 saat ucapkan kata kata itu padanya. sudah aku bicarakan kepada seluruh keluarga dan saudaraku. sudah aku persiapkan cincin itu dari dulu. cincin yang nantinya akan melingkar di jarinya. namun waktunya sangat tidak tepat. kedua orangtuaku ingin melihatmu lulus terlebih dahulu, lulus dengan aku disisinya. akupun bersabar tuk hormati kedua orangtuaku. aku kan berusaha dan bekerja keras untuk hari itu. aku berusaha untuk mengenal semua keluargamu, menjadi bagian dari keluargamu, walau ayah dan ibumu agak kurang respect padaku, tapi ku yakin mereka kan mempercayakannya padaku. aku pun memberikan kepercayaan padanya. kepercayaan yang ternyata menjadi senjata untuk membunuh cintaku. kepercayaan padanya yang yakin tidak akan pernah mengkhianatiku. sampai akhirnya aku harus mengelus dada karna dia bermain dg cowo jepang di luar sana. mungkin karena aku terlalu mencintaimu, ku selalu maafkan semua kesalahannya, ku tak ingin dia merasa terpenjara, sampai ku turuti semua maunya, kemauannya untuk bergaul bebas dg orang diluar sana. pergaulan yang mengundang cinta lain di dunia luar dan dunia maya. tidakkah dia sadar, betapa aku cemburu dan harus banyak bersabarĀ  menghadapi comment “teman2″nya di dunia maya?..sampai akhirnya aku agak ragu terhadapnya, sedikit keraguanku karena ulahnya sendiri, keraguanku yang dijadikan senjata untuk memotong aliran cintanya padaku. tidakkah dia sadar,ku bekerja dg jadwal yg padat, dg peluh di dahi hanya untuk masa depan kita, untuk memberikan sesuatu yg spesial dihari ulangtahunnya. kerja kerasku dari hasil keringatku sendiri yang ternyata hanya sia sia, tawa riang para sahabat di hari ulangtahunnya yang di hapus dengan mudahnya. yang dia buang dengan mudahnya cincin kenangan itu dihadapanku. sebagai pertanda bahwa aku hanya sampah dihadapannya. sampah yang bisa dibohongi dengan mengatakan aku sangat spesial dihatinya. sampah yang mudah diyakinkan dengan kata kata manisnya yg tidak akan memilih hati yang lain. kau meminta waktu untuk istirahat sejenak dari kejenuhan, dan aku harus memberikan itu karena aku cinta mati padanya. hanya 3 hari sampai kau tusukkan kembali tepat dihatiku bahwa kau telah berada dipelukan yang lain. kau telah berbahagia dengannya. lalu kau permainkan perasaanku dengan bermanja denganku disaat dia diluar kota. aku tahu ini salah, maka ku berusaha menjauh dari mu….menjauh sejauh jauhnya. karena kau yang memilihnya. dan aku memilih jalanku sendiri. jalan masa depanku sendiri dengan luka yang tak akan pernah hilang, walau aku berusaha untuk memaafkan segala kelakuannya.

sahabat-sahabatku tidak akan pernah tahu betapa depresinya aku, karena ku berusaha tersenyum menghadapinya,berusaha kuat menjalaninya, berusaha menerima keadaan ini. tapi akhirnya aku labil juga,penuh emosi,tidak tahu apa yang harus kulakukan, hati ini selalu teriris. hampir saja aku terjerumus dalam bisikan setan. bisikan untuk menyudahi semua hidup yang teramat sakit ini. Tapi Tuhan tidak menghendakinya, aku memilih untuk sharing kepada ahlinya..Ms psikolog, kepada sahabat sms ku nan jauh di tegal disana, kepada keluarga yang selalu ku hormati di kota ini. dan mereka sangat mambantuku, membantuku untuk tetap tabah menjalaninya, membantuku untuk tetap bisa tersenyum sampai saat ini. aku tahu hatiku sakit sekaliĀ  melihat kau mengkhianatiku, benci terhadapnya yang merebutmu dariku,tapi selamat ku berikan kepada pasangan baru ini. selamat berbahagia, selamat bersenang senang sebagai kekasih, selamat karena kalian, aku jd seperti ini. selamat karena membuatku sangat terluka. aku tidak akan membalas semua yang kalian lakukan. kalau ku lakukan, sama saja aku seperti kalian. maaf aku bukan orang seperti itu. bukan orang yang dengan mudahnya berpindah ke lain hati. jadi aku benar benar butuh waktu yang lama untuk meredakan hatiku.

aku tak ingin kedua orangtuaku melihat keadaan ini. ku ingin mereka tidak khawatir akan keadaanku. tidak membenci dirinya karena tlah meninggalkanku. walaupun saat ini masih agak depresi, akhirnya aku bisa sedikit mengendalikan diriku, mengendalikan emosiku, mengendalikan rasa sakit ini untuk memberikan suatu pengalaman berharga buat sahabatku yang lain. jangan percaya 100% kepada kekasihmu. jangan terlalu yakin dengan kata kata manis kekasihmu. selalu tempatkan dirimu disisinya, disetiap tempat kekasihmu melangkah. sayangi kekasihmu sebagai seorang kekasih, tidak lebih. untuk teman dan sahabatku,aku minta tolong dengan sangat..tolong..tolong..tolong..jangan mengungkit2 lagi namanya di depanku.karena sangat sakit mendengarnya. sangat sakit untuk mengenangnya lagi. ku harap kalian mengerti keadaanku.

Leave a Reply